daerah palestina selalu menjadi pusat perhatian masyarakat global, dari segi geografis struktur tanah di daerah ini memang subur. di balik hikmah Allah yang besar itu tersimpan malapetaka yang begitu besar. kesuburan tanah palestina ini mengundang konflik diantara orang-orang yang tergiur akan sumber daya alam yang dihasilkan Palestina.
Karena lokasinya terletak di pertengahan negara-negara Arab, Palestina membentuk kombinasi geografis yang natural dan humanistik bagi medan terestrial yang luas yang memuat kehidupan orang-orang asli Badui di wilayah selatan dan gaya pendudukan yang sudah lama di bagian utara. Tanah Palestina punya keistimewaan dibanding dengan daerah lain karena merupakan bagian dari tempat diturunkannya semua agama samawi, tempat di mana peradaban kuno muncul, menjadi jembatan aktivitas komersial dan tempat penyusupan ekspedisi militer di sepanjang era bersejarah yang berbeda. Lokasi strategis yang dinikmati Palestina memungkinkannya untuk menjadi faktor penghubung antara berbagai benua bagi dunia kuno Asia, Afrika dan Eropa. Palestina juga menjadi tempat yang dijadikan pintu masuk bagi perjalanan ke negara-negara tetangga. Ia menjadi jembatan penghubung bagi manusia sejak dahulu kala, sebagaimana ia juga menikmati lokasi sentral (Pusat) yang memikat sebagian orang yang mau bermukim dan hidup dalam kemakmuran.
aksi zionisme israel pun pernah dilancarkan, zionisme yang dianggap untuk menyatukan bangsa yahudi di tanah mereka sendiri, palestina dipilih karena di wilayah itu merupakan tempat tinggal orang-orang yahudi kaya terbesar. sehingga dianggap dapat mempermudah dalam hal pembiayaan. zionisme oleh bangsa yahudi dilakukan untuk mengembalikan tanah nenek moyang bangsa mereka. zionisme jika dikaitkan dengan letak geografis yang sangat bagus ini maka jelaslah bangsa yahudi tergiur untuk merebut tanah yang mereka anggap kekuasaan mereka.
bangsa yahudi yang kuat dan besar tidak akan mudah untuk dilawan oleh bangsa arab yang juga menganggap tanah palestia milik mereka. karena bangsa yahudi memang menguasai dunia, misal pemilik situs global "yahoo" dan lain sebagainya. sebagian besar penemu-penemu teknologi dari bangsa yahudi, mereka memeng memiliki kecerdasan otak yang lebih. posisi penting yang fital diparlemen amerika serikat diduduki oleh orang-orang yahudi.
masalah perebutan hak milik tanah palestina ini sudah pernah dilemparkan ke organisasi dunia, tapi hasilnya Amerika dan PBB pun tidak bisa berbuat banyak atas masalah ini. tidak akan pernah terjadi keberpihakan PBB untuk bangsa arab karena Amerika sangat tergantung dengan orang-orang yahudi. dan tidak akan pernah terjadi pula keberpihakan PBB pada bangsa Yahudi, karena jika ini terjadi maka dunia akan mengecam organisasi dunia ini yaitu PBB. PBB juga tidak menghendaki adanya penyebutan bahwa organisasi ini tidak netral atau bahkan adanya pembubaran organisasi besar ini oleh masyarakat dinia. di mata dunia, PBB ingin dirinya menjadi organisasi yang bijaksana dalam pengambilan keputusan disetip masalah negara-negara anggota.
Test Stroke
Sabtu, 28 Juni 2008
tanah palestina
Diposting oleh
borax de' great
di
07.26
0
komentar
Label: zionisme israel
Jumat, 27 Juni 2008
PLN
pemadaman bergilir untuk wilayah kalsel-teng sampai 30 juli 2008,, dengan alasan mereka kekurangan daya. konsumen diresahkan dengan masalah ini, apalgi bagi mereka pemakai listrik untuk usaha. pasar dengan seketika bisa berubah gelap akibat adanya pemadaman ini.
jika dikaitkan dengan masalah politik, apakah hal ini ada kaitannya dengan saham milik pemerintah ditubuh PLN itu sendiri, pemadaman bergilir ini bisa saja dijadikan sebagai alasan agar kesan yang didapat bahwa PLN tidak mampu mengatasi masalah kekurangan daya atau bahkan masalah pasokan bahan bakar. Bukan tidak mungkin, kalau persero PLN dialih tangankan menjadi milik swasta.
Diposting oleh
borax de' great
di
06.13
0
komentar
Label: nasib PLN
Jumat, 20 Juni 2008
pcmav 1.4
- Ditambahkan, database pengenal dan pembersih 62 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 1.937 virus beserta variannya yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di versi 1.4 ini oleh engine internal PCMAV.
- Diperbaiki, rutin yang bertugas mendapatkan lokasi folder spesial yang ada di Windows, karena ada beberapa rutin yang tidak kompatibel dengan Windows 98.
- Diperbaiki, engine GetUpdates kini lebih tepat dalam mengenali database ClamAV mana yang harus di Update dan mana yang sudah ter-update.
- Diperbaiki, engine cleaner khusus untuk virus Repvblik.vbs, kini dapat bekerja lebih cepat dan tepat dalam mengatasi file yang terinfeksi. e.Diperbaiki, engine ClamAV kini tidak lagi mendeteksi file PCMAV sendiri sebagai virus akibat false alarm.
- Ditambahkan, beberapa engine heuristic baru yang dapat mendeteksi virus-virus jenis baru yang banyak menyebar.
- Improvisasi, pesan Information yang muncul ketika suatu object tidak bisa dibersihkan kini lebih informatif.
- Improvisasi, pesan file PCMAV yang rusak atau terkena virus kini lebih informatif.
- Diperbaiki, engine heuristic kini lebih diperketat dengan dengan berbagai filter untuk menghindari terjadinya kesalahan deteksi.
- Ditambahkan, info versi dari engine atau library ClamAV yang digunakan.
- Diperbaiki, engine scan memory yang terkadang tidak menampilkan data virus yang berhasil ditangkap, kini dapat berjalan normal.
- Improvisasi, pada RTP ditambahkan hint information versi PCMAV pada saat mouse berada di atas lambang PCMAV di system tray.
- Diperbaiki, kesalahan deteksi (false alarm) pada beberapa program ataupun script.
- Diperbarui, perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.
- Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV Cleaner & PCMAV RealTime Protector lebih dari sekadar antivirus biasa.
Diposting oleh
borax de' great
di
02.43
1 komentar
Label: PCMAV 1.4 (PC Media Antivirus 1.4) RTP+CLN: Link 1 by ziddu
Rabu, 18 Juni 2008
kebangkitan nasional
nasionalisme yaitu paham tentang kecintaan terhadap bangsanya. dengan semangat hari kebangkitan nasional maka bangkitkanlah rasa nasionalisme terhadap bangsa. menciptakan rasa kecintaan terhadap bangsa bukanlah hal yang mudah, untuk membangkitkan rasa nasionalisme haruslah mampu untuk mengenal bangsanya terlebih dahulu.
Sebuah kenyataan sejarah bahwa kebangkitan nasional yang dimulai 20 Mei 1908 merupakan tonggak kebangkitan pertama. Secara kumulatif kebangkitan nasional bangsa indonesia dicetus oleh kaum intelektual yaitu dari kalangan terpelajar.
Banyak yang mengatakan kebangkitan nasional bukan diawali dengan lahirnya organisasi boedi oetomo, tapi lahirnya kebangkitan nasional sudah ada sebelum boedi oetomo. Walaupun telah banyak menuai kontroversi tentang peringatan hari kebangkitan nasional, namun pada kenyataannya embrio kebangkitan nasional yang di lahirkan oleh dr.soetomo ini telah mampu menghimpun jeritan rakyat walau hanya dari sebagian rakyat yang ada di pulau jawa saja.
Kalau dahulu DR.soetomo cs memiliki rasa nasionalisme yaitu untuk merdeka dan terlepas dari penderitaan akibat kolonialisme, maka kita sekarang berjuang untuk terus mengisi kemerdekaan, tentunya dengan semangat nasionalisme. Salah satunya membangkitkan insan perfilman yaitu memproduksi film-film nasional.
masyarakat indonesia rindu akan film nasional misalnya yang bernuansa islami, film yang dipersembahkan oleh MD entertainment yang mengambil tema mesir yaitu “ayat-ayat cinta” yang diadobsi dari novel buah karya Habiburrahman El Shirazy ini mampu menklukkan asia tenggara. Untuk di Indonesia saja, MD Entertainment sudah nekad habis-habisan membuat pita film sebanyak 100 copy. Padahal untuk film lain, MD entertainmant rata-rata hanya membuat 24 copy. Bahkan untuk film terlaris sebelum munculnya film ayat-ayat cinta, hanya dibuatkan 28 copy. Maka, ini menjadi sejarah baru buat perfilman Indonesia.
tenarnya film nasional yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini menuai kritikan dari berbagai kalangan, yang secara mendalam menyebutkan ketidak cocokan triler-nya antara novel dengan filmnya. demam film ayat-ayat cinta juga ada manfaat konkretnya. Misalnya, peningkatan budaya membaca, karena para penonton ayat-ayat cinta yang belum sempat membaca novelnya jadi penasaran untuk membaca. Banyak siswa sekolah yang kini pergi ke mana-mana menenteng novel ayat-ayat cinta. Selain itu, banyak gadis Muslimah, yang semula tidak memakai jilbab, kemudian terinspirasi dan memilih berjilbab, setelah membaca novelnya dan menonton filmayat-ayat cinta . Film memang termasuk media yang memberi pengaruh kuat.
Lain ayat-ayat cinta lain pula film “naga bonar jadi 2”. alur kisah dari film naga bonar jadi
dua yaitu bertemakan kecintaan pada tanah warisan leluhur.
Yang digambarkan dengan cara mencintai para pahlawan. film ini banyak memberikan pesan
mengenai arti serta makna bagaimana kita memberikan yang terbaik untuk bangsa.
Naga Bonar Jadi 2 juga sarat memberikan kritikan mengenai kondisi bangsa yang carut marut
ini lewat beberapa pesan yang disajikan secara humoris. Film garapan sutradara ternama ini
menceritakan keheranan tokoh naga bonar yang menilai bahwa generasi muda zaman sekarang
sering berbelit-belit dan tidak perduli pada jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban
segalanya demi bangsa dan Negara.
Kekurangan dari film yang dibintangi aktor Tora Sudiro ini juga mempunyai kekurangan. Walaupun ada beberapa adegan yang nampaknya berlebihan, namun hal tersebut dapat ditoleransi karena film ini berhasil tampil berbeda dibandingkan dengan film-film yang yang telah hadir sebelumnya.
Secara keseluruhan film Naga Bonar Jadi 2 memperlihatkan kepada masyarakat bahwa sineas kita mampu membuat film berkualitas. Film ini nampaknya akan berjaya serta membanggakan perfilman nasional indonesia.
Semoga lewat film spektakuler Naga Bonar Jadi 2 ini dapat membangkitkan animo masyarakat untuk kembali menonton film nasional mengingat adanya kekecewaan yang luar biasa dari penonton atas rendahnya kualitas film-film nasional.
Film ini semoga menjadi tolak ukur kebangkitan bagi para sineas nasional untuk semakin bersemangat membuat film yang lebih berkualitas untuk membanggakan insan perfilman Indonesia di kancah internasional serta berhasil menjadikan film nasional menjadi tuan di negeri sendiri.
Untuk para produser film diharapkan mampu memproduksi film-film yang sifatnya
membangun, bangkitlah insan perfilman indonesia dan tetaplah berkarya untuk film-film nasional.
Diposting oleh
borax de' great
di
10.22
0
komentar
Label: kebangkitan nasional
antropologi
masyarakat Banjar dengan kemajemukannya tersendiri telah mampu menyatukan unsur-unsur budayanya menjadi satu kesatuan sebagai ciri khas dari masyarakat Banjar itu sendiri.
masyrakat Banjar merupakan masyarakat agraris yang bersifat demokratis..hal ini tercermin pada perasaan tidak suka terhadap pemaksaan kekuasaan,,lebih mengutamakan kebebasan serta bekerja sama..
namun pada saat ini kebudayaan itu sudah terkikis oleh datangnya budaya dari luar. yang dapat dilihat pada banyaknya konflik yang muncul karena adanya pergeseran kebudayaan..
kepada masyarakat banjar yang juga sebagai pendukung kebudayaannya diharapkan mampu untuk mengemkbalikan kebudayaan banjar..
Mahasiswa Menulis Buku
ETNOGRAFI BANJAR
teknologi tradisional mengenai paling sedikit delapan macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik yang dipakai oleh manusia yang hidup dalam masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian :
1. alat-alat produksi
2. senjata
3. wadah
4. alat-alat menyalakan api
5. makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan
6. pakaian dan perhiasan
7. tempat berlindung dan perumahan
8. alat transportasi
*alat yang dibicarakan terbatas pada alat untuk membantu dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, dalam masyarakat banjar dikenal salah satu alat yang dinamakan nyiru, bentuknya lingkaran dengan berbagai ukuran, nyiru dibuat dari bambu pilihan (ubak/bagian dalam bambu) yang sudah dibersihkan ditambah dengan rotan, dibuat dengan cara dianyam, nyiru lebih domin digunakan untuk menampi/memisahkan antara beras yang bagus dan beras yang rusak/antah. selan itu juga, nyiru dapat digunakan untuk meletakkan ikan asin, krupuk, dan lain-lain yang biasanya untuk dijemur.
*senjata
seperti halnya alat produktif, senjata juga dibedakan menurut bahan, tekhnik dan kegunaannya. serta dapat dikelaskan berdasrkan fungsi dan lapangan pemakaiannya.
contoh senjata tradisional yang biasa digunakan oleh masyarakat banjar untuk berburu yaitu jipah (kata kerja=manjipah). Sesuai fungsinya jipah dipergunakan antara lain untuk menangkap rusa, yaitu dengan dengan mengikat jerat pada sepotong kayu bagian ujungnya yang merupakan pohon kecil yang dilenturkan kebawah yang berfungsi sebagai pegas. Biasanya dipasang pada lorong yang dilalui rusa atau binatang lain yang ditangkap dengan jipah ini.apabila rusa atau binatang lain yang lewat dilorong tersebut dan terinjak kunci pegas dari jipah maka kayu yang menjadi pegas tadi tegak seperti semula dan rusa tersebut terjerat pada jerat yang dipasang pada ujung kayu tadi
*alat-alat menyalakan api
pada masa pra sejarah antara ilmu pengetahuhan dan teknologiberkembang secara simulan dan paralel. tentang tekhnologi bagaimana manusia prasejarah dalam membuat alat-alat batu telah dilakukan penelitian dengan kajian yang disebut experimental archaelogy (keely, 1980) pada saat manusia melakuan penyerpihan dengan cara memukul batu calon alat dengan batu lain, kadang-kadang timbul percikann-percikan api yang dapat memebakar benda-benda lain yang mudah terbakar, mulai saat itulah manusia mengenal api.
pada masyarakat banjar sekarang sudah tidak asing lagi dengan lat-alat untuk menyalakan api seperti korek api. tinggal menentukan tujuan dari penyalaan api tersebut. misalnya difungsikan untuk memasak, maka tergantung dari pengguna untuk menjaga api agar tetap menyala. masyarakat banjar biasa menggunakan alat untuk menjaga api tersebut misalnya berupa dapur yang diletakkan diatas atang.
*wadah
alat dan tempat untuk menyimpan barang, menimbun serta memuat. kindai atau lumbung padi yang dikenal masyarakat banjar sebagai alat untuk menimbun hasil pertanian yaitu padi, kindai terbuat dari anyaman bambu dan pelepah rumbia kering dengan dilapis atau diberi balas tikar purun, bentuknya bulat atau segi empat,
penimbunan padi dalam kindai ini bertujuan untuk menyimpan padi sampai musim bercocok taman tahun berikutnya. penggunaan kindai sebagai tempat menyimpan sudah jarang dilakukan oleh masyarakat banjar, terlebih sekarang sudah dikenal karung sebagai penyimpanan hasil pertanian terutama menyimpan padi.
kindai bisa ditemukan pada masyarakat pedalaman. masyarakat pedalaman menyimpan padi untuk persiapan menghadapi musim paceklik tiba.
*makanan
Dalam kebudayaan Banjar juga mengenal berbagai macam jenis makanan dan minuman, masakan yang ada di daerah Kalimantan Selatan biasanya unik dan menyesuaikan dengan bahan makanan yang ada di sekitar.
dilihat dari cara pembuatannya masakan terbagi : memasak dengan cara digoreng, dikukus, direbus, dipanggang, dibakar, dan lain-lain
menurut fungsinya : makanan pokok, makanan sebagai pelengkap hidangan, makanan tambahan,
Seperti jenis masakan yang dikupas di sini yaitu tentang mandai basanga / kulit cempedak goreng sebagai makanan pelengkap dalam hidangan menu masakan sehari-hari, . Banyak orang yang bingung dan tidak tahu dengan masakan dari kulit cempedak ini
Mandai sudah lama dijadikan lauk alternatif bagi orang Banjar. Sebelum diolah, cempedak (Artocarpus champeden Spreng) dikuliti/dikupas bagian luarnya sehingga tampak putih kemudian dibersihkan, bagian inilah yang disebut mandai , setelah menjadi mandai biasanya tidak bisa langsung digoreng tetapi harus direndam lebih dulu di dalam larutan air garam selama beberapa jam. Lamanya merendam tergantung yang punya niat memasak, . Dengan direndam ini daging mandai akan menjadi lunak sehingga saat digoreng nanti lebih mudah dan hasilnya lebih enak seperti menggigit daging.
Cara menyajikan mandai sama seperti menyajikan lauk lainnya, cukup dihidangkan di dalam piring sudah bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, apalagi dimakan dengan nasi panas. tapi bagi yang punya penyakit maag kambuhan hati-hati jangan kebanyakan
kandungan dari cempedak :
Lemak 0.4 g
Kabohidrat 25.8 g
Kalsium 40.0 mg
Fosforus 5.0 mg
Besi (Fe) 1.1 mg
Natrium 1.2 mg
Kalium 246.0 mg
Vitamin B1 0.16 mg
Vitamin B2 0.15 mg
Vitamin C 17.7 mg
*pakaian
pakaian merupakan cerminan dari tingkat budaya bangsa serta kepribadian seseorang, maka segala sesuatu mengenai tata busana adapt dan segala kelengkapannya yaitu tatarias, ornament, warna dengan makna serta arti perlambang perlu diketahui untuk dipelihara. Dengan perubahan zaman terjadilah perkembangan kebudayaan, perubahan karena segala macam pengaruh yang sulit dielakkan. Tujuan berpakaian sesuai kaidah agama dan kesehatan, cirri-ciri khas daerah harus tetap ada sehingga dapat memberi nilai tambah dalam pengertian perkembangan budaya kita.
ditinjau dari sudut fungsi dan pemakaiannya, pakaian dapat dibagi kedalam beberapa golongan:
- semata-mata sebagai alat untuk menahan pengaruh dari sekitaran alam.
- pakaian sebagai lambang keunggulan dan gengsi.
- pakaian sebagai lambang yamg dianggap suci.
- pakaian sebagai perhiasan badan.
pakaian masyarakat banjar jelas telah mengalami akulturasi dan asimilasi, besar kemungkinan karena masyarakat banjar berinovasi..tekhnik pembuatan bahan pakaian misalnya ada yang dengan cara dicelup, contoh kain Sebagai salah satu produk unggulan daerah yang memperkaya budaya bangsa kalimantan selatan yaitu sasirangan.
Kopiah Sasirangan Dibuat dari bahan kain khas banjar yaitu sasirangan.
*Rumah Banjar
ada tiga macam bentuk rumah manusia, yaitu : rumah yang setengah di bawah tanah (semi sub terranian dwelling), rumah di atas tanah (surface dwelling), dan rumah di atas tiang (pile dwelling).
dipandang dari sudut pemakaiannya tempat berlindung terbagi dalam tiga golongan yaitu :
- tadah angin
- tenda atau gubuk yang segera dapat dilepas, dibawa pindah, dan didirikan lagi.
- rumah untuk menetap.
dipandang dari sudut fungsi sosialnya :
- rumah tempat tinggal keluarga kecil.
- rumah tempat tinggal keluarga besar.
- rumah suci
- rumah pemujaan
- rumah tempat berkumpul umum
- rumah pertahanan
Rumah Banjar adalah rumah tradisional suku Banjar. Arsitektur tradisional ciri-cirinya antara lain mempunyai perlambang, mempunyai penekanan pada atap, ornamental, dekoratif dan simetris.
Menurut Idwar Saleh (1984:5) Rumah tradisonal Banjar adalah type-type rumah khas Banjar dengan gaya dan ukirannya sendiri mulai sebelum tahun 1871 sampai tahun 1935. Umumnya rumah tradisional Banjar dibangun dengan ber-anjung (ba-anjung) yaitu sayap bangunan yang menjorok dari samping kanan dan kiri bangunan utama karena itu disebut Rumah Baanjung. Anjung merupakan ciri khas rumah tradisional Banjar, walaupun ada pula beberapa type Rumah Banjar yang tidak ber-anjung.
Keadaan alam yang berawa-rawa di tepi sungai sebagai tempat awal tumbuhnya rumah tradisional Banjar, menghendaki bangunan dengan lantai yang tinggi. Pondasi, tiang dan tongkat dalam hal ini sangat berperan. Pondasi sebagai konstruksi paling dasar, biasanya menggunakan kayu Kapur Naga atau kayu Galam. Tiang dan tongkat menggunakan kayu ulin.
Tipe rumah yang paling bernilai tinggi adalah Rumah Bubungan Tinggi (pile dwelling), yang biasanya dipakai untuk bangunan keraton (Dalam Sultan). Jadi nilainya sama dengan rumah joglo di Jawa yang dipakai sebagai keraton. Keagungan seorang penguasa pada masa pemerintahan kerajaan diukur oleh kuantitas ukuran dan kualitas seni serta kemegahan bangunan-bangunan kerajaan khususnya istana raja (Rumah Bubungan Tinggi). Dalam suatu perkampungan suku Banjar terdiri dari bermacam-macam jenis rumah Banjar yang mencerminkan status sosial maupun status ekonomi sang pemilik rumah. Dalam kampung tersebut rumah dibangun dengan pola linier mengikuti arah aliran sungai maupun jalan raya terdiri dari rumah yang dibangun mengapung di atas air, rumah yang didirikan di atas sungai maupun rumah yang didirikan di daratan, baik pada lahan basah (alluvial) maupun lahan kering.
Lantai
Di samping lantai biasa, terdapat pula lantai yang disebut dengan Lantai Jarang atau Lantai Ranggang. Lantai Ranggang ini biasanya terdapat di Surambi Muka, Anjung Jurai dan Ruang Padu, yang merupakan tempat pembasuhan atau pambanyuan. Sedangkan yang di Anjung Jurai untuk tempat melahirkan dan memandikan jenazah. Biasanya bahan yang digunakan untuk lantai adalah papan ulin selebar 20 cm, dan untuk Lantai Ranggang dari papan Ulin selebar 10 cm.
Dinding
Dindingnya terdiri dari papan yang dipasang dengan posisi berdiri, sehingga di samping tiang juga diperlukan Turus Tawing dan Balabad untuk menempelkannya. Bahannya dari papan Ulin sebagai dinding muka. Pada bagian samping dan belakang serta dinding Tawing Halat menggunakan kayu Ulin atau Lanan. Pada bagian Anjung Kiwa, Anjung Kanan, Anjung Jurai dan Ruang Padu, terkadang dindingnya menggunakan Palupuh.
Atap
Atap bangunan biasanya menjadi ciri yang paling menonjol dari suatu bangunan. Karena itu bangunan ini disebut Rumah Bubungan Tinggi. Bahan atapnya terbuat dari sirap dengan bahan kayu Ulin atau atap rumbia.
Ornamentasi (Ukiran)
Penampilan rumah tradisional Bubungan Tinggi juga ditunjang oleh bentuk-bentuk ornamen berupa ukiran. Penempatan ukiran tersebut biasanya terdapat pada bagian yang konstruktif seperti tiang, tataban, pilis, dan tangga. Sebagaimana pada kesenian yang berkembang dibawah pengaruh Islam, motif yang digambarkan adalah motif floral (daun dan bunga). Motif-motif binatang seperti pada ujung pilis yang menggambarkan burung enggang dan naga juga distilir dengan motif floral. Di samping itu juga terdapat ukiran bentuk kaligrafi. Kaligrafi Arab merupakan ragam hias yang muncul belakangan yang memperkaya ragam hias suku Banjar. (Museum Lambung Mangkurat - Banjarbaru, “Rumah Tradisional Bubungan Tinggi dan Kelengkapannya”, 1992/1993)
Pengaruh Sistem Religi dan Sistem Pengetahuan
Meskipun orang Banjar sudah memeluk Islam, namun dalam kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan kebudayaan masih melekat unsur aninisme, Hindu-Buddha yang berkembang sebagai dasar adat pada masa lalu. Akan tetapi hal itu tidak secara keseluruhan. Religi yang dianggap asal adalah dari Kaharingan yang dikembangkan oleh orang Dayak. Pengaruh Hindu, Buddha, Islam maupun Kristen tidak berarti kepercayaan nenek moyang dengan segala upacara religinya hilang begitu saja. Orang-orang Dayak yang telah memeluk Islam dianggap sebagai Suku Bangsa Banjar dan tidak lagi menganggap dirinya sebagai suku Dayak. Suku Banjar hampir semua sendi keagamaanya didasarkan pada sentimen keagamaan yang bersumber pada ajaran Islam. Jadi setiap rumah tangga memiliki peralatan yang berhubungan dengan pelaksanaan keagamaan. Demikian pula pada rumah tradisional Banjar banyak dilengkapi dengan ukiran yang berkaitan dengan persaudaraan, persatuan, kesuburan, maupun khat-khat kaligrafi Arab yang bersumber dari ajaran Islam seperti dua kalimat syahadat, nama-nama Khalifah, Shalawat, atau ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an.
Namun ukiran-ukiran di rumah Banjar juga masih ada yang berhubungan dengan kepercayaan Kaharingan, Aninisme, Dinanisme, maupun Hindu-Buddha, misalnya swastika, enggang, naga dan sebagainya
Filosofi Rumah Adat Banjar
Pemisahan jenis dan bentuk rumah Banjar sesuai dengan filsafat dan religi yang bersumber pada kepercayaan Kaharingan pada suku Dayak bahwa alam semesta yang terbagi menjadi 2 bagian, yaitu alam atas dan alam bawah.Rumah Bubungan Tinggi merupakan lambang mikrokosmos dalam makrokosmos yang besar.Penghuni seakan-akan tinggal di bagian dunia tengah yang diapit oleh dunia atas dan dunia bawah. Di rumah mereka hidup dalam keluarga besar, sedang kesatuan dari dunia atas dan dunia bawah melambangkan Mahatala dan Jata (suami dan isteri). dengan demikian maka rumah bubuingan tinggi dapat dikategorikan sebagai rumah suci.
Dwitunggal Semesta
Pada peradaban agraris, rumah dianggap keramat karena dianggap sebagai tempat bersemayam secara ghaib oleh para dewata seperti pada rumah Balai suku Dayak Bukit yang berfungsi sebagai rumah ritual. rumah banjar juga berfungsi sebagai tempat pemujaan. Pada masa Kerajaan Negara Dipa sosok nenek moyang diwujudkan dalam bentuk patung pria dan wanita yang disembah dan ditempatkan dalam istana. Pemujaan arwah nenek moyang yang berwujud pemujaan Maharaja Suryanata dan Puteri Junjung Buih merupakan simbol perkawinan (persatuan) alam atas dan alam bawah Kosmogoni Kaharingan-Hindu. Suryanata sebagai manifestasi dewa Matahari (Surya) dari unsur kepercayaan Kaharingan-Hindu, matahari yang menjadi orientasi karena terbit dari ufuk timur (orient) selalu dinantikan kehadirannya sebagai sumber kehidupan, sedangkan Puteri Junjung Buih berupa lambang air, sekaligus lambang kesuburan tanah berfungsi sebagai Dewi Sri di Jawa. Pada masa tumbuhnya kerajaan Hindu, istana raja merupakan citra kekuasaan bahkan dianggap ungkapan berkat dewata sebagai pengejawantahan lambang Kosmos Makro ke dalam Kosmos Mikro. Puteri Junjung Buih sebagai perlambang “dunia Bawah” sedangkan Pangeran Suryanata perlambang “dunia atas”. Pada arsitektur Rumah Bubungan Tinggi pengaruh unsur-unsur tersebut masih dapat ditemukan. Bentuk ukiran naga yang tersamar/didestilir (bananagaan) melambangkan “alam bawah” sedangkan ukiran burung enggang melambangkan “alam atas”.
Tata Nilai Ruang
Pada rumah Banjar Bubungan Tinggi (istana) terdapat ruang Semi Publik yaitu Serambi atau surambi yang berjenjang letaknya secara kronologis terdiri dari surambi muka, surambi sambutan, dan terakhir surambi Pamedangan sebelum memasuki pintu utama (Lawang Hadapan) pada dinding depan (Tawing Hadapan ) yang diukir dengan indah. Setelah memasuki Pintu utama akan memasuki ruang Semi Private. Pengunjung kembali menapaki lantai yang berjenjang terdiri dari Panampik Kacil di bawah, Panampik Tangah di tengah dan Panampik Basar di atas pada depan Tawing Halat atau “dinding tengah” yang menunjukkan adanya tata nilai ruang yang hierarkis. Ruang Panampik Kecil tempat bagi anak-anak, ruang Panampik Tangah sebagai tempat orang-orang biasa atau para pemuda dan yang paling utama adalah ruang Panampik Basar yang diperuntukkan untuk tokoh-tokoh masyarakat, hanya orang yang berpengetahuan luas dan terpandang saja yang berani duduk di area tersebut. Hal ini menunjukkan adanya suatu tatakrama sekaligus mencerminkan adanya pelapisan sosial masyarakat Banjar tempo dulu yang terdiri dari lapisan atas adalah golongan berdarah biru disebut Tutus Raja (bangsawan) dan lapisan bawah adalah golongan Jaba (rakyat) serta diantara keduanya adalah golongan rakyat biasa yang telah mendapatkan jabatan-jabatan dalam Kerajaan beserta kaum hartawan.
rumah adat banjar dipandang dari sudut pemakaiannya termasuk jenis rumah untuk menetap, dipandang dari sudut fungsi sosialnya rumah adat banjar termasuk rumah untuk tempat tinggal keluarga besar, rumah suci, rumah pemujaan, dan rumah untuk berkumpul. desain rumah banjar juga lebih mengutamakan rungan yang luas untuk berkumpul.
*alat transportasi masyarakat banjar
dalam bukunya yang berjudul pengantar antropologi, koentjaraningrat menyebutkan 5 alat transportasi yang terpenting menurut fungsinya, yaitu : sepatu, binatang, alat seret, kereta beroda, rakit, dan perahu.
Budaya jukung sebenarnya dikenal pada 2000 tahun sebelum masehi, yaitu dari migrasi pertama orang-orang proto melayu (melayu tua) dari Sungai Mekong, Yunan, Cina Selatan ke Kalimantan. Saat itu para imigran dari proto melayu yang merupakan asal usul suku Dayak, telah mengenal peralatan dari logam. Baru pada abad 6-7 pembuatan jukung semakin berkembang di Kalimantan.
Dahulu diketahui banyak jenis jukung yang dikenal berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Jukung dibuat selaras dengan kondisi alam Kalimantan pada waktu itu. Yang paling tua jenisnya diperkirakan adalah jukung sudur. Jukung ini menjadi pondasi terciptanya jukung-jukung jenis baru
Banjarmasin di aliri oleh sungai Martapura dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana pengangkutan air, perikanan dan perdagangan.
Jauh ke belakang dalam sejarah Banjar tempo dulu, saat jukung (kini menjadi prototip kelotok) banyak berseliweran di sungai, tentu tidak sesulit sekarang. Minimnya akses darat membuat jukung menjadi alat transportasi penting kala itu.
Bahkan lebih jauh lagi sebelum ‘lahirnya’ suku Banjar, jukung telah digunakan sebagai alat transportasi penting dalam penyebaran penduduk dari pesisir menuju pedalaman Kalimantan.
Perkembangan jukung yang sampai ke Kalimantan selatan akhirnya menjadi identitas budaya saat berdirinya kerajaan Dipa di Amuntai, lalu kerajaan Daha di Negara, Hulu Sungai Selatan, hingga kerajaan Banjar di Kuin, yang menjadi tonggak lahirnya Suku Banjar. Budaya sungai dan alat transportasinya tidak bisa dipisahkan dalam sistem sosial masyarakat Banjar ketika itu.
Sah saja tentunya jika sebuah idiom menyebut Tidak ada orang Banjar jika tidak ada jukung. Sebab sejarah mencatat, Kerajaan Banjar di Kuin lahir setelah Pangeran Samudera lari mengasingkan diri menggunakan jukung dari Daha di Negara.
budaya jukung sebagai harmoni dalam kehidupan masyarakat Banjar. Harmoni dan kearifan hidup dengan alam khususnya sungai yang tidak terasa lagi saat sekarang, orang dulu memelihara sungai karena digunakan untuk jalan bepergian dengan jukung,
Inovasi
Dr.borax on Apr 7, 2008 | Reply
mungkin sama halnya dengan revolusi industri,,
perubahan penggunaan tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga mesin,, yang muncul karena adanya krisis dari masyarakat Inggris yang menentang keadaan pada masa itu…
mereka menentang karena tidak puas dengan keadaan dan sadar akan kekurangan2 di sekelilingnya..
perubahan yang diharpkan yaitu perubahan ke arah yang lebih baik…
Asimilasi ‘Bergurulah’ Ke Indonesia
Nurkhulis Wardani on Mar 31, 2008 | Reply
ass wr. wb.
syarat terbentuknya asimilasi :
perbedaan kebudayaan antar kelompok, terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang lama, Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri.
faktor pendukung asimilasi :toleransi di antara kelompok,menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya, Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
faktor penghalang asimilasi : biasanya kelompok minoritas terasing, Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang masuk, Prasangka negatif terhadap kebudayaan baru.
proses penyatuan dua kebudayaan yang diinginkan selalu menyatukan dua kebuayaan yang baik atau lebih.
Akulturasi
nurkhulis wardani on Mar 28, 2008 | Reply
assalamualaikum…..
akulturasi…..
disebabkan oleh adanya interaksi. akulturasi kebudayaan ada yang diterima dan ada pula yang di tolak. akulturasi berlangsung lama.
akulturasi kebudayaan yang diterima menyebabkan timbulnya mata rantai kebudayaan. akulturasi di bawa olh agent of acculturation yang nantinya akan menentukan unsur2 apa saja yang masuk.
masalah mengenai akulturasi : mengenai metode2, mengenai unsur2 kebudayaan asing yang mudah diterima dan sukar diterima, mengenai mudah dan tidaknya mengganti/merubah unsur2 kebudayaan, mengenai cepat & lambatnya individu untuk menerima kebudayaan asing, mengenai akibat yang timbul atas proses akulturasi.
kepribadian, Pengantar Popular
nurkhulis wardani on Mar 4, 2008 | Reply
Sikap yang dominan dalam diri seseorang secara kumulatif mencitrai dirinya adalah kepribadian
manusia dalam membentuk kepribadian diperlukan waktu yang lama kadang dibutuhkan pemaksaan diri, pemaksaan diri yang berubah menjadi kebiasaan harus dipupuk. Agar tidak merasa terpaksa harus dimulai dari dalam diri sendiri. Kekuatan dari dalam diri akan menuntun kepada perubahan yang besar. Komitmen dari diri sendiri untuk mengembangkan pribadi akan menguatkan seseorang meraih apa yang diinginkan. Tujuan hidup menjadi penting untuk membangun motivasi diri. Sebagai mana manusia tidak lepas dari kesalahan, tetapi belajar dari kesalahan untuk mencapai keberhasilan membutuhkan kekuatan dari dalam pikiran, dan ketetapan hati serta tindakan. mengembangkan kepribadian dimulai dari kepemimpinan diri sendiri dan tanggung jawab, dan didukung oleh sikap kejujuran, kepercayaan dan kebenaran,.
Proses Belajar Kebudyaan
nurkhulis wardani on Mar 4, 2008 | Reply
objek dari kebudayaan adalah manusia, so manusia yang tidak berpikir, tidak melakukan aktivitas maka tidak akan ada kebudayaan.
wujud kebudayaan beragam, ada yang berwujud baik dan tidak baik. tergantung dari individu yang membuatnya dan prosesnya.
Kebudayaan Korupsi
3 wujud kebudayaan :
1. ideas = ada di pikiran
2. activities = perbuatan
3. artifacs = hasil
kalau yang ada dalam pikiran kita keinginan untuk membuat tulisan, terus kita melakukannya, lalu jadilah sebuah tulisan….
weeeee….bisa jadi saingan om ewa yang jago nulis nich, hee
NURKHULIS WARDANI
Diposting oleh
borax de' great
di
10.20
0
komentar
Blog Archive
Mengenai Saya
- borax de' great
- kandangan kingdom, borneo, Indonesia
- mahasiswa UNLAM Banjarmasin FKIP jurusan sejarah 2006 A1A106022



