Test Stroke


Jumat, 28 November 2008

SISTEM SOSIAL ISLAM

A. Definisi Masyarakat

Menurut Pendekatan Struktural-Fungsional pengertian masyarakat adalah terbentuk atas substruktur-substruktur dalam fungsi masing-masing saling bergantung sehingga setiap operubahan dalam masyarakat itu mencerminkan perubahan dalam substruktur-substruktur tersebut. Setiap substruktur berfungsi sebagai penopang aktifitas substruktur yang lain.

Menurut Pendekatan Marxian atau Pendekatan Konflik yaitu masyarakat manusia dipandang sebagai kegiatan ekonomi. Sepanjang sejarah hubungan manusia dalam masyarakat selalu dipenuhi oleh konflik

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Selanjutnya struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah (norma) sosial, lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik pelbagai segi kehidupan bersama, misal pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dan segi kehidupan politik.

Masyarakat menurut Mac Iver dan Page ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata-cara, dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial, dan masyarakat selalu berubah. Selo Soemardjan menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.

Walaupun definisi dari para pakar berbeda, namun unsur-unsur dalam obyek masyarakat : Manusia yang hidup bersama, dalam waktu yang cukup lama, oleh karenanya muncul manusia-manusia baru, manusia itu dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti, mereka mempunyai keinginan-keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau perasaan-perasaannya, akibat dari hidup bersama timbulah sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok tersebut. Mereka sadar merupakan suatu kesatuan, merupakan sistem kehidupan bersama yang menimbulkan kebudayaan.

B. Institusi Sosial

Klasifikasi kelompok-kelompok sosial secara umum dapat dilihat dari berbagai sudut kriteria/ukuran. Seperti George Simel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Ukuran lainnya atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut atau tinggi rendahnya derajat eratnya hubungan antar anggota (face-to-face, grouping), seperti paguyuban dan patembayan. Atau ukuran lainnya seperti kepentingan dan wilayah.

C. Masyarakat Madani

Sering disebut sebagai civil society atau independent society adalah bentuk masyarakat yang dicita-citakan untuk menuju kehidupan bernegara yang lebih demokratis.

Menurut ahli Barat seperti Ernes dipahami masyarakat Madani adalah manifestasi dari kekuatan sipil yang independen tanpa keterikatan ataupun pengaruh signifikan dari kekuatan iman (spiritual) dan nilai-nilai Ilahi (religius) atau bahkan yang lebih ironis lagi adalah penggambaran nilai Barat sekuler kepada khazanah Islam untuk mengelabui masyarakat.

Abbas ‘Aqqad berpendapat masyarakat madani adalah makna yang mengacu pada masyarakat madinah atau masyarakat kota yang berperadaban –makna ini dimaknai sebagai makna substansial yang asli

Dr. Setiawan Budi Utomo menggambarkan sebagai masyarakat yang berperadaban fisik material sekaligus berperadaban moral spiritual yang menjadi dambaan manusia beradab (Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghafur)

Adapun ciri-ciri Masyarakat Madani menurut Alexis de Tocqueville masyarakat madani memiliki ciri-ciri kesuka relaan, keswadayaan, keswasembadaan, kemandirian tinggi terhadap negara terikat norma / nilai hukum. Menurut Ibnu Khaldun masyarakat madani memiliki ciri-ciri masyarakat intelektual, masyarakat religius, masyarakat spiritual (aqidah). Kunci Masyarakat Madani adalah iman, amar ma’ruf nahi munkar (baik pada penguasa juga rakyat biasa) dan keadilan dan kebajikan yang egaliter terhadap sesama manusia baik kawan maupun lawan (Qs 5 : 8, 4 :135, Al Mumtahanah :8, Asy-Syuara’ : 15).

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com